SUARA CIREBON – Calon gubernur (cagub) Dedi Mulyadi memilih pasif dalam penentuan calon wakil gubernur (cawagub) pada pemilihan gubernur Jawa Barat (pilgub Jabar).
Dedi Mulyadi menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme internal Golkar dan partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pilgub Jabar.
“Saya pasif. Menyerahkan semua ke mekanisme di internal Golkar dan diantara parpol KIM. Pilihan mereka yang terbaik buat saya,” tutur Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi tidak mau mengungkapkan kriteria sebelum ada keputusan final dari Golkar dan KIM.
“Siapapun yang akan dipilih, tentu sudah berdasar penilaian dan kriteria. Kalau saya, yang penting bisa bekerja sama nantinya,” tutur Dedi Mulyadi.
Di pilgub Jabar, posisi Dedi Mulyadi sendiri sudah aman. Kader Gerindra ini sudah memperoleh dukungan dari Golkar dan PAN sebagai cagub Jabar.
Dedi Mulyadi kini tinggal menunggu keputusan Golkar dan parpil di KIM. Karena itu, ia bersikap hanya menunggu.
“Kalau saya prinsipnya, dengan siapa saja siap untuk Jabar yang maju dan istimewa,” tutur Dedi Mulyadi.



















