SUARA CIREBON – Sedikitnya enam kuli bangunan yang tengah melakukan pekerjaannya, mengalami luka-luka setelah tembok setinggi 5,5 meter yang sedang dibangun di blok Pejaten Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, mendadak roboh, pada Senin, 23 September 2024, sekitar pukul 11.30 WIB.
Akibatnya, lima korban harus mendapat perawatan medis di puskesmas dan satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami patah tulang.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebut, bangunan tembok yang roboh tersebut, dikabarkan milik Alfamart. Bangunan itu baru dibangun dalam dua minggu.
Sorang saksi mata, Junaedi mengatakan, saat insiden terjadi, para pekerja bangunan tersebut sedang memasang batu bata untuk tombok kamar mandi. Tiba-tiba, lanjut Junaedi, angin bertiup kencang hingga membentur tembok dan merobohkan bangunan tersebut.
“Awalnya angin kencang, terus langsung ambruk. Saya sendiri langsung lari,” ujar Junaedi, yang mengaku saat insiden terjadi dirinya berada di bangunan kamar mandi.
Menurut Junaedi, bangunan yang ambruk tersebut dicor dan sudah kategori jadi. Sehingga, saat roboh langsung menimpa para pekerja yang ada di bawahnya.
Sesaat setelah peristiwa tersebut, masyarakat berdatangan untuk membantu mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat.
“Korban ada 6 orang, ada laden, tukang baja, dan tukang batu. Kalau yang parah ada sekitar 4 orang,” paparnya.


















