SUARA CIREBON – Sebanyak 82 Sekolah Dasar (SD) Negeri di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, kepala sekolah (kepsek)-nya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Cirebon, Andri Hermansyah mengatakan, ke depan tidak ada lagi kepsek SD Negeri dijabat oleh Plt.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, menurut Andri, Disdik Kabupaten Cirebon tengah melaksanakan program lokakarya guru penggerak, yang diikuti sebanyak 304 orang guru.
“Karena salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah itu harus mempunyai sertifikat guru penggerak. Mudah-mudahan setelah itu, kita mendapatkan banyak stok kepala sekolah,” kata Andri, Kamis, 31 Oktober 2024.
Ia mengatakan, lokakarya guru penggerak adalah salah satu kegiatan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) yang bertujuan untuk menciptakan guru-guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik di sekolah.
Program tersebut juga merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek- saat belum ada pemisahan kementerian baru).
Lokakarya guru penggerak dilaksanakan sebanyak enam kali selama program tersebut berlangsung.
Ia menjelaskan, lokakarya pertama dilakukan pada awal program untuk memperkenalkan konsep dasar tentang guru penggerak, mindset pemimpin pembelajaran, komunitas praktisi, dan rencana pengembangan diri.

















