SUARA CIREBON – Tak seperti debat publik calon bupati dan wakil bupati lainnya yang berjalan landai, debatpublik untuk pemilihan bupati atau Pilbup Indramayu berjalan sangat dinamis.
Terjadi saling serang dan sindir diantara pasangan calon (paslon). Terutama paslon Nomor 2, Lucky Hakim – Saefudin dan Nomor 3, Nina Agustina – Tobroni.
Lucky Hakim, bahkan langsung ngegas sejak segmen pertama. Ia menyindir Nina Agustina soal bupati bukanlah raja, tetapi pelayan rakyat.
Tak cukup dengan itu, Lucky Hakim juga mengungkapkan soal perlunya pemimpin yang bertutu kata lembut, bersikap ramah dan berkahlak baik.
Lucky Hakim mengaku sudah berkeliling ke 1.700 titik di Indramayu. Ia menyerap aspirasi dan menerima banyak keluhan masyarakat secara langsung.
“Bupati itu bukan raja.Ia pemimpin masyarakat yang harus mendengarkan keluh kesah rakyat. Selalu bersikap tamah, bertutur kata lembut dan berkahlak baik,” tutur Lucky Hakim.
Di segmen pertama, Lucky Hakim bahkan sampai berani menegur Nina Agustina dengan menggunakan logika yang dibalikan.
“Ibu Nina, saya enggan berani menjelekan ibu. Tapi selama turun ke bawah saya mendengarkan langsung keluhan masyarakat,” tutur Lucky Hakim dengan logika yang dibalikan.



















