SUARA CIREBON – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana menyebut, Kabupaten Cirebon sudah bebas dari desa rawan pangan.
Menurut Erus, desa rawan pangan yang masih ada di Kabupaten Cirebon hanya kategori tiga. Dimana, rawan pangan ketagori tiga sudah tergolong aman jika dibandingkan dengan kategori satu dan dua.
“Alhamdulillah untuk Kabupaten Cirebon sudah tidak ada desa rawan pangan, kecuali desa rawan pangan kategori tiga,” ujar Erus Rusmana, usai kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kedawung, Kamis, 5 Desember 2024.
Menurut Erus, desa rawan pangan kategori tiga sudah sangat aman. Karena sesuai kategori, desa rawan pangan parah masuk ke dalam kategori satu. Sementara untuk rawan pangan kategori dua, tergolong agak aman.
Erus menyampaikan, kondisi desa-desa di Kabupaten Cirebon yang telah dinyatakan bebas rawan pangan ini harus didukung semua pihak, terutama oleh pemerintah desa (pemdes). Pasalnya, pemdes mempunyai alokasi anggaran dari Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan.
Sejauh ini, program ketahanan pangam Pemkab Cirebon yang bergulir sepanjang 2024 ini mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri.
“Unsur TNI, Polri baik polsek maupun koramil cukup rajin mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon,” kata Erus.
Sementara terkait stok beras, Erus memastikan ketersediaannya mencukupi sampai akhir tahun ini. Ketersedian beras tersebut diketahui dari hasil koordinasi DKPP dengan Bulog Cirebon beberapa waktu lalu.



















