SUARA CIREBON – Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya akan mengecek seluruh bangunan milik Pemkab Cirebon buntut ambruknya atap dua ruang kelas SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon.
Dilaporkan, sebanyak 7 siswa menjadi korban dalam peristiwa ambruknya atap dua ruang kelas SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon pada Selasa, 10 Desember 2024 pagi sekitar pukul 08.20 WIB.
Padahal, atap bangunan ruang kelas SMPN 1 Talun yang ambruk tersebut baru selesai direhab pada tahun 2021.
Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya pun mengaku prihatin atas ambruknya atap tersebut. Terlebih, sejumlah siswa menjadi korban dari peristiwa ini.
Menurut Wahyu, robohnya atap dua ruang SMPN 1 Talun ini disebabkan kerangka atap bangunan yang menggunakan baja ringan dengan penutup genteng tanah.
Sehingga, lanjut dia, diduga kerangka baja ringan ini tidak mampu menopang beratnya genteng tanah. Padahal, bangunan tersebut tergolong cukup baru, yaitu selesai direhab pada tahun 2021.
Untuk itu, Wahyu mengungkapkan, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan (rapim) terkait ambruknya atap dua ruang kelas SMPN 1 Talun.
Tidak hanya itu, ia mengaku akan mengecek seluruh bangunan milik pemerintah di lingkungan Pemkab Cirebon terkait penggunaan kerangka atap baja ringan dan genteng tanah tersebut.
















