SUARA CIREBON – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah Idap (52), warga Blok Lama RT 02/02 Desa Penpen, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, ambruk pada bagian atapnya, Selasa, 10 Desember 2024 sore.
Pemilik rumah, Idap mengakui, kondisi rumahnya memang sudah lapuk dimakan usia. Beberapa materialnya seperti kayu penyangga atap sudah mengalami keropos. Berutung, saat atap rumahnya ambruk, Idap dan penghuni lain sedang tidak berada di dalam.
“Saat kejadian, saya ditemani anak sedang mencari keberadaan suaminya di Desa Suci, Kecamatan Mundu. Pas datang, rumah sudah ambruk. Saya dikasih tahu tetangga sebeluam ambruk memang terjadi hujan deras disertai angina kencang, terus rumah saya ambruk,” kata Idap, sambil terisak.
Idap menyebut, banyak perabot mulai barang elektrorik, mebel dan barang lain yang rusak akibat tertimpa material bangunan.
“Yang jelas kerusakan cukup banyak, tidak tahu berapa kerugiannya,” katanya.
Idap sebelumnya bekerja sebagai pedagang di kawasan Waduk Setupatok. Namun berhubung lokasi tempatnya berjuala sedang direlokasi oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, sehingga saat dirinya tidak memiliki penghasilan.
“Karena sekarang warung tempat saya berjualan dibongkar, jadi sekarang gak punya penghasilan, sementara suami saya tidak bekerja,” jelasnya.
Ia mengaku sangat khawatir tinggal di rumah yang sekarang, karena berisiko terjadi ambruk sususlan. Di sisi lain, sanak saudara berada di luar Desa Penpen.



















