SUARA CIREBON – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migram Indonesia (BP2MI), Christina Aryani, mengimbau masyarakat khususnya calon tenaga kerja migran untuk mewaspadai perekrutan ilegal yang marak dipromosikan di media sosial (medsos).
Christina mengajak masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi dari pihak-pihak yang menawarkan perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjanjikan kemudahan melalui layanan digital milik Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migram Indonesia.
Menurut Christina, saat ini sudah ada 23 perwakilan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta ada Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di seluruh provonsi di Indonesia.
“Yang perlu diwaspadai adalah iklan-iklan di media sosial yang marak sekali. Mereka merekrut pekerja untuk diberangkatkan ke luar negeri dengan cara mudah dan gaji yang besar,” kata Christina Aryani, saat menghadiri uji coba program makan bergizi gratis (MBG) murid sekolah dasar di Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Senin, 16 Desember 2024.
Menurutnya, uji coba program makan bergizi gratis yang saat ini sedang diujicobakan di seluruh Indonesia tersebut, dilaksanakan Kementerian P2MI/BP2MI di Kabupaten Cirebon karena merupakan salah satu daerah kantong PMI yang cukup besar.
“Di tahun 2024 ini ada sekitar 11.167-an warga Kabupaten Cirebon yang tercatat menjadi PMI ke berbagai negara. Salah satu tujuan yang banyak diminati yakni Hongkong dan Taiwan,” ujar Christina, secara menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus merupakan rangkaian acara peringatan Hari Migran Internasional (HMI) yang jatuh pada 18 Desember 2024.
Jumlah tersebut, menurut Wamen Christina, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 lalu, yang tercatat ada sejumlah lebih kurang 10.000-an PMI.
“Nah di Desa Gembongan Mekar ini kebetulan banyak warganya yang bekerja ke luar negeri,” katanya.



















