SUARA CIREBON – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon kembali melakukan demo di depan gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa, 24 Desember 2024.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengecam dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD terhadap seorang SPG rokok.
Pendemo menuntut agar oknum anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang diduga melakukan pelecehan tersebut untuk segera diberhentikan.
Aksi demo di depan gedung DPRD Kabupaten Cirebon ini sempat diwarnai kericuhan antara mahasiswa dengan pihak kepolisian.
Kericuhan ini berawal saat mahasiswa yang ingin bertemu dengan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon untuk audiensi dihalangi polisi.
Sontak, situasi pun memanas hingga polisi menghadirkan Wakil Ketua DPRD DPRD Kabupaten Cirebon serta Ketua BK untuk berdialog di depan gerbang.
Saat audensi, salah satu peserta aksi, Vivit Rismawati, meminta transparansi dan ketegasan BK DPRD Kabupaten Cirebon dalam menangani kasus tersebut. Ia menginginkan kasus dugaan pelecehan tersebut ditangani secara tegas.
“Kami ingin kasus ini ditangani secara tegas. Korban harus mendapatkan keadilan, dan pelaku mendapat hukuman setimpal,” ujarnya.
















