SUARA CIREBON – Realisasi belanja daerah Pemkab Cirebon hingga Senin, 23 Desember 2024 baru mencapai 87 persen.
Meskipun penggunaan anggaran di sejumlah dinas dan kecamatan di lingkungan Pemkab Cirebon berhasil mencapai hampir 100 persen, namun beberapa sektor mencatatkan progres rendah dalam realisasi belanja.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati menjelaskan, beberapa faktor teknis dan administrasi yang menjadi penyebabnya perlu segera diselesaikan. Dengan demikian, target anggaran tahun ini akan dapat terpenuhi secara optimal.
Ia mencatat, ada beberapa dinas dengan realisasi belanja terendah di antaranya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) dengan 70,67 persen, Dinas Kesehatan 78,78 persen, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) 84 persen, dan Dinas Pertanian 84 persen.
“Saat ini, kegiatan barang dan jasa memang sudah selesai, namun pembayarannya masih dalam proses. Tapi semuanya akan selesai sebelum akhir tahun,” kata Sri, Senin, 23 Desember 2024.
Kendati demikian, kata Sri, beberapa dinas dan kecamatan berhasil mencapai realisasi anggaran yang tinggi hingga mendekati 100 persen. Dinas dan kecamatan itu di antaranya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) 99,07 persen, Inspektorat 98,56 persen, Kecamatan Arjawinangun 97,27 persen, Kecamatan Panguragan 97,23 persen, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) 96,96 persen.
Pihaknya pun mengapresiasi OPD yang mampu memanfaatkan anggaran secara maksimal sesuai perencanaan. Karena hal itu menunjukkan adanya perencanaan yang baik dan eksekusi yang efisien di lapangan.
Sementara terkait capaian pendapatan daerah, lanjut Sri, hingga saat ini mencapai 95,03 persen. Angka tersebut diakui Sri di bawah realisasi 2023 yang mencapai 97,05 persen. Namun, ia menyebut angka tersebut cukup baik mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun ini.
















