SUARA CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio menegaskan keseriusan para wakil rakyat untuk mengklarifikasi persoalan sewa Stadion Utama Bima, yang dilakukan tanpa sepengetahuan kepala daerah.
Pihaknya akan mengundang pihak-pihak yang terkait dengan persoalan yang telah membuat gaduh masyarakat Kota Cirebon.
“Dalam hal fungsi lembaga DPRD sebagai kontrol, kami bakal mengundang pihak terkait, terutama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk dimintai klarifikasi. Kita (fokus) ke Dispora dulu,” ungkap Andrie, saat dihubungi, Senin, 3 Februari 2025.
Menurut Andrie, secara spesifik, agenda pemanggilan Dispora masih dipersiapkan. Namun ia memastikan, pemanggilan pihak Dispora akan dilakukan secepatnya.
“Untuk waktunya, kita masih bahas, karena tidak masuk di Bamus Februari, tapi secepatnya, karena ini ramai,” ujar Andrie.
Andrie menegaskan, DPRD ingin mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya terkait telah disewakannya Stadion Bima tersebut. Pasalnya, imbuh Andrie, dari informasi yang beredar, perjanjian kerja sama sewa aset Pemkot Cirebon itu, hanya dilakukan antara pihak ketiga dan Dispora, tanpa sepengetahuan kepala daerah.
“Kita ingin dengarkan klarifikasi, karena Pj Wali Kota pun tidak tahu soal ini,” kata Andrie.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah menilai, perjanjian kerja sama sewa Stadion Bima, ilegal. Pasalnya, prosedur sewa aset barang milik daerah harus melalui Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).



















