SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat demam berdarah dengue (DBD) di awal tahun 2025 ini mencapai 50 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus DBD paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Tegalgubug, Watubelah, Waruroyom, dan Bangodua.
Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Kabupaten Cirebon, Subhan menjelaskan, jumlah 50 kasus DBD tersebut berdasarkan data yang masuk dari puskesmas sebelum bulan Januari 2025. Hal itu, karena pencatatan yang dilakukan Dinkes berdasarkan tanggal saat pasien mulai sakit. Sehingga, data di bulan Januari kemarin belum seluruhnya tercatat.
“Karena kita melihat tanggal mulai sakitnya pasien. Nanti pada pertengahan Februari baru bisa (tercatat, red) seluruh kasus di bulan Januari,” ujar Subhan, Selasa, 4 Februari 2025.
Subhan mengungkapkan, DBD paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Tegalgubug yaitu sebanyak 6 kasus. Kemudian disusul Puskesmas Watubelah, 5 kasus, Puskesmas Waruroyom dan Puskesmas Bangodua masing-masing sebanyak 4 kasus.
“Jadi tersebar, tidak pada satu titik, masing-masing puskesmas ada yang satu kasus, dua kasus, dan banyak juga yang tidak ada laporan kasus DBD,” kata Subhan.
Saat ini, pihaknya sudah mengeluarkan surat imbauan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada masyarakat, khususnya nyamuk penyebab DBD dan Cikungunya. Melalui surat imbauan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kegiatan PSN secara aktif dan kontinu.
“Dalam imbauan itu, kami juga meminta warga yang mengalami gejala DBD agar sesegera mungkin mendapat pelayanan kesehatan, agar mendapat penanganan awal secara medis,” paparnya.
Sementara untuk penanganan awal yang bisa dilakukan penderita sendiri adalah banyak minum air putih, banyak istirahat, dan meminum obat bisa dilakukan pasien sendiri.
















