SUARA CIREBON – Seorang pria yang belum diketahui indentitasnya meninggal dunia, usai tertemper kereta api (KA) di km 217+3 jalur hulu petak jalan Cangkring-Cirebon, masuk Desa Adidarma, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Senin, 17 Februari 2025.
Informasi yang dihimpun Suara Cirebon menyebut, sesaat sebelum kejadian, warga melihat seorang pria berjalan di sekitar rel. Saat bersamaan, KA Fajar Utama Solo relasi Pasar Senen-Solo, melintas dengan kecepatan tinggi, sekitar pukul 08.30 WIB.
Warga di sekitar lokasi kejadian mendengar masinis KA Fajar Utama Solo itu membunyikan klakson kereta berkali-kali. Namun, pria tersebut tidak berusaha menghindar dan tetap berada di sekitar rel, sehingga tersambar KA dan langsung terpental.
Mengetahui ada warga yang tertabrak kerata yang dikemudikannya, masinis KA Fajar Utama Solo segera memberikan laporan ke pihak-pihak terkait.
Tak lama, polisi khusus kereta api (Polsuska) yang mendapat informasi, mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menuturkan, sejumlah anggota Polsuska langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Setelah dilakukan penyisiran, petugas mendapati seseorang pria tanpa identitas dalam kondisi telah meninggal dunia (MD),” kata Muhibbuddin, dalam keterangannya.
















