SUARA CIREBON – Bulan Ramadan selalu menjadi berkah bagi para pedagang takjil yakni makanan dan minuman (jajanan) untuk berbuka puasa.
Ketika menjelang sore, para pedagang takjil mulai dari kolak berbagai jenis, bubur hingga botok roti mulai berjejer di sepanjang jalan dan pusat-pusat keramaian di Kabupaten Cirebon.
Tak terkecuali di Jalan Fatahillah, tepatnya di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Di sisi kiri kanan jalan tersebut banyak ditemui pedagang takjil, di antara ramainya lalu lalang kendaraan warga yang sedang ngabuburit.
Rerata mereka yang menjajakan makanan pembuka di sepanjang jalan tersebut adalah pedagang musiman yang rutin berjualan takjil ketika Ramadan tiba. Tapi ada juga pedagang yang baru mencoba-coba mencari peruntungan di momen Ramadan ini.
Salah satu pedagang takjil, Rini (36) mengaku sudah lama berjualan takjil di Jalan Fatahillah di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru. Ia mengatakan, setiap bulan Ramadan tiba dirinya selalu memanfaatkannya untuk berjualan macam-macam kolak, bubur hingga botok roti.
“Saya jualan takjil ini sudah dari tahun 2008. Kalau bulan-bulan biasa sih hanya di rumah saja, nunggu ada pesanan saja,” kata Rini, Rabu, 5 Maret 2025.
Rini mengaku senang jualan takjil pada Ramadan tahun ini, lantaran pembelinya lebih ramai dari tahun sebelumnya. Di awal-awal Ramadan ini, Rini bisa menjual bubur dan kolak sebanyak 150 cup dan 100 bungkus botok roti per hari.
















