SUARA CIREBON – Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Cirebon akan mengelar Kejuaraan Karete Bupati Cup 1 se-Jawa Barat, pada tanggal 26-27 April 2025 mendatang.
Kejuaraan tersebut, menuai protes dari orang tua atlet, karena biaya pendaftaran yang dinilai terlalu tinggi. Pada kejuaran tersebut, panitia menetapkan biaya pendaftaran para calon atlet sebesar Rp350.000 per orang.
Salah satu orang tua atlet karete pemula, Faizal Nurathman menilai tingginya biaya pendaftaran menjadikan kejuaran tersebut bukan ajang pencarian bibit atlet karete, menjadi ajang mencari duit bagi panitia penyelenggara.
“Namanya kejuaran Bupati Cup, masa biaya pendaftarannya Rp350.000, selain itu ada lagi uang kontingen Rp150.000. Kalau ditotal hampir Rp500.000. Jumlah ini jelas sangat memberatkan bagi orang tua atlet,” ujar Faisal, saat ditemui Minggu, 13 April 2025.
Menurut Faisal, FORKI sebagai induk organisasi karate harusnya memberikan fasilitas khusus bagi para atlet karate pemula, yang ingin mengikuti kejuaran tersebut. Karena hal ini bisa jadi cikal bakal bibit bibit atlet Karate yang akan membawa nama Kabupaten Cirebon.
“Di kejuaraan sebelumnya yang pernah diikuti anak saya, biaya pendaftarannya Rp200.000 per atlet. Peserta hanya mendapat medali dan piagam saja. Gimana mau jadi atlet profesional kalau begini caranya?” tanya dia.
Faisal dan para orang tua atlet karate pemula, hanya bisa berharap FORKI Kabupaten Cirebon tidak memanfaatkan anak-anak yang ingin benar-benar menjadi atlet dengan cara tidak memahalkan biaya pendaftaran di setiap kejuaran. Terlebih, menurut dia, FORKI sudah mendapatkan anggaran stimulasi setiap tahunnya.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Sekertaris FORKI Kabupaten Cirebon, Aandrian, mengatakan, besar uang pendaftaran pada ajang tersebut, lebih murah dibandingkan dengan kejuaraan yang diselenggarakan oleh pihak lain. Salah satu contohnya, Aandrian menyebut, kegiatan yang diselenggarakan di GOR Bima Kota Cirebon, beberapa bulan silam.
















