SUARA CIREBON – Wilayah timur Kabupaten Cirebon dinilai perlu memiliki jalur alternatif baru yang bisa menghubungkan antara jalur utama Pantura di daerah tersebut dengan Kabupaten Kuningan.
Hal itu dikemukakan, Wakil DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, kepada awak media, Minggu, 27 April 2024.
“Wilayah timur Kabupaten Cirebon ini kan sedang diajukan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cirebon Timur, maka hendaknya harus mempersiapkan diri untuk memiliki jalur alternatif baru yang bisa menghubungkan antara jalur pantura menuju Kabupaten Kuningan,” kata Nana Kencanawati.
Sebagai salah satu anggota legislatif yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Cirebon Timur (Cirtim), Nana berharap, para penggiat pembentukan DOB Kabupaten Cirebon Timur memberikan masukan titik mana yang akan dijadikan jalur alternatif baru tersebut.
Terlebih, saat ini wilayah timur Kabupaten Cirebon menjadi lokasi kawasan Industri, sehingga menurut dia, sarana infrastruktur harus dipersiapkan, salah satu-satunya dengan membangun jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
“Kalau kita melihat lokasi Desa Sumurkondang, Kecamatan Karangwareng itu berada di wilayah terpencil, sehingga butuh akses penghubung dengan Kabupaten Kuningan agar wilayah Desa Sumurkondang, Desa Sesepan dan sekitarnya bisa berkembang, baik pembangunannya maupun perekonomiannya,” ujar Nana.
Politisi Partai Gerindra menyebut, Karangsembung-Pabuaran juga harus memiliki jalur alternatif selain yang ada saat ini, yakni Gebang-Waled dan Kanci-Karangsembung. Menurutnya, jalur tersebut bisa saja memanfaatkan jalan yang saat ini seperti jalan antara Pangenan-Karangwareng.
“Tinggal nantinya dilakukan peningkatan dan pelebaran jalan. Bila sudah terbangun, jalur tersebut bisa saja nantinya akan muncul wilayah perekonomian baru antara Pangenan-Karangwareng,” tuturnya.
















