SUARA CIREBON – Sebanyak enam murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Desa Pelayangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menjadi korban hipnotis orang tidak dikenal yang mengaku sebagai guru baru di madrasah setempat pada Rabu, 23 April 2025 lalu.
Pelaku pun berhasil membawa kabur perhiasan emas seberat 15 gram yang dikenakan murid MI NU Desa Playangan.
Salah seorang guru MI Nahdlatul Ulama Playangan, Ahmad Yanwarsani menjelaskan, kejadian tersebut terjadi saat jam istirahat sekitar pukul 09:20 WIB.
Dari informasi ia dapatkan, saat itu murid kelas IV sedang istirahat kemudian datang seorang lelaki tidak dikenal yang mengaku guru baru. Pelaku mengaku mendapatkan intruksi dari kepala madrasah untuk melakukan razia perhiasan hingga para murid kelas IV masuk ke ruang kelas.
“Pada saat itu, modus pelaku sebagai guru baru yang melakukan razia perhiasan. Semua murid kelas IV pada saat itu disuruh masuk ke ruang kelas dan pelaku langsung eksekusi melakukan razia perhiasan,” kata Ahmad.
Ia mengungkapkan, kejadian hipnotis tersebut sebenarnya sempat diketahui oleh salah seorang wali murid. Namun karena diduga wali murid tersebut terkena efek hipnotis, akhirnya dibiarkan begitu saja.
“Sebenarnya saat kejadian, ada wali murid yang melihat kejadian, tapi mungkin karena ada efek hipnotis, akhirnya mereka diam saja,” kata dia.
Ahmad memaparkan, saat kejadian semua guru sedang ada di dalam kantor, jadi tidak mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu lokasi bangunan terjadinya aksi hipnotis tidak terpantau langsung, karena muka bangunan terpisah.
















