SUARA CIREBON – Iin tak kuasa menahan haru saat sang anak menyampaikan permohonan maaf sebelum mengikuti kegiatan pesantren kilat bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Putranya merupakan satu dari 30 anak ABH yang akan mengikuti program pesantren kilat yang digelar oleh Polresta Cirebon.
Sebagai ibu dari anak yang pernah terlibat kenakalan remaja, tawuran, hingga pelanggaran hukum lainnya, dia menaruh harapan besar pada kegiatan pesantren kilat ABH tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, Iin menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besarnya kepada Polresta Cirebon.
“Harapannya saya sebagai orang tua dari anak yang ikut pesantren kilat ini, ingin anak saya bisa lebih baik,” ujar Iin.
Menurutnya, program pesantren kilat ABH ini bisa menjadi solusi nyata bagi para orang tua yang selama ini merasa kewalahan mendidik anak-anak setelah sempat terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.
“Ini adalah jalan keluar untuk membantu kita sebagai orang tua yang anaknya bermasalah. Terima kasih untuk Kapolresta dan semua yang terlibat,” tuturnya.
Untuk diketahui, sebanyak 30 anak yang pernah terlibat kenakalan remaja, tawuran, hingga pelanggaran hukum lainnya mengikuti pesantren kilat yang digelar oleh Polresta Cirebon dalam sepuluh hari ke depan, mulai tanggal 16 hingga 26 Juni 2025 mendatang.
















