SUARA CIREBON – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede bakal segera masuk ke Kabupaten Cirebon. Setelah perjanjian kerja sama (PKS) ditandatangani, pembangunan konstruksi atau penyambungan jaringan direncanakan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Sekda Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai mengatakan, saat ini baru empat kecamatan yang masuk dalam list wilayah yang akan dialiri SPAM Regional Jatigede yakni, Kecamatan Arjawinangun, Gegesik, Susukan, dan Kecamatan Kaliwedi.
Hilmy memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah menyepakati besaran tarif, periodisasi kenaikan berkala, kuota kubikasi air, dan poin-poin lainnya sebagai off taker.
“Ada empat poin yang memang harus segera kita penuhi. Yang pertama penetapan tarif, alhamdulillah tiga tarif sudah kita sepakati. Pemerintah provinsi awalnya menginginkan tarif Rp4.300, tawaran kita Rp3.907 rupiah (per meter kubik),” kata Hilmy, Selasa, 8 Juli 2025.
Terkait penetapan periodisasi kenaikan berkala yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, Hilmy meminta agar harus segera disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa penyesuaian tarif memang harus dilakukan setiap dua tahun sekali.
Kemudian terkait kubikasi air, Pemkab Cirebon dalam hal ini PDAM Tirta Jati yang telah melakukan analisa, menyanggupi pasokan kubikasi air dari SPAM Jatigede di angka 150 liter per detik, meski penawaran dari Pemprov Jabar di atas 150 liter per detik.
Selaku off taker atau pihak yang membeli hasil produksi, Pemkab Cirebon juga harus menyediakan lahan yang sudah bersertifikat sebagai salah satu syarat untuk pelaksanaan PKS sebelum dilakukannya kegiatan konstruksi.
“Jadi, tanah harus disediakan oleh kita. Alhamdulillah di Desa Penpen tidak bermasalah, bahkan sudah bersertifikat. Tapi Susukan masih on proses,” jelasnya.
















