SUARA CIREBON – Geliat perkembangan Kota Cirebon tampak terlihat dengan adanya penambahan bangunan pusat perbelanjaan, hotel berbintang, kafe kelas atas dan tempat-tempat kuliner kekinian.
Namun di balik semua itu, Kota Cirebon juga menyimpan kelamnya dunia malam, mulai kelas elite hotel berbintang hingga kelas hotel melati bahkan beralas tikar.
Salah satu yang sudah menjadi rahasia umum adalah, dunia malam di belakang Terminal Harjamukti, tepatnya Jalan Dukuh Semar, dan Jalan Brigjen darsono (Bypass) arah perempatan Pereumnas, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti.
Di sana, tempat hiburan malam dengan paket hemat dari yang hanya bertikar hingga di hotel melati tersedia.
Pemandangan yang hanya bisa ditemui di waktu malam hari itu ditandai dengan keberadaan warung remang-remang (warem).
Warem-warem itu kerap menyediakan minuman keras (miras) lengkap dengan musik dugem dan wanita penghibur. Semakin malam warem-warem itu semakin meriah.
Tak hanya Wanita penghibur yang kerap nyembi menjadi pekerja seks komersial (PSK), di Kawasan sekitar Terminal Harjamukti juga banyak beroperasi waria.
“Kalau malam, dari pukul 23.00 WIB sampai pukul 04.30 WIB ramai, warung tempat dugem menyala, ada wanita dan ada waria,” kata pria berinisial J, yang bekerja di pinggir Jalan Dukuh Semar, Selasa, 22 Juli 2025.
















