SUARA CIREBON – Di bawah rindangnya pepohonan dan sejuknya udara di situs wisata religi Sindang Pancuran, Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menggelar reses, Rabu, 16 Juli 2025.
Alih-alih di gedung pertemuan, ia memilih ruang terbuka yang dekat dengan masyarakat, terutama para petani.
“Setiap wilayah punya kebutuhan yang berbeda. Karena itu, saya perlu mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, khususnya petani,” ujar Sophi di hadapan sejumlah kelompok tani yang hadir.
Reses ini menjadi ruang terbuka bagi tiga kelompok tani dari berbagai desa untuk menyampaikan aspirasi. Kelompok Tani Ranca Badak dari Desa Cipeujeuh Kulon misalnya, mereka mengeluhkan minimnya alat pendukung pertanian padi.
Untuk itu, melalui pertemuan ini diharapkan pemerintah dapat memfasilitasi alat-alat yang dapat meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, perwakilan petani tebu dari Desa Sindanglaut menyoroti sulitnya akses permodalan dari perbankan yang masih belum ramah terhadap petani.
Bahkan, mereka juga mendorong pengembangan situs Sindang Pancuran sebagai destinasi wisata religi yang lebih layak, demi mendongkrak ekonomi warga sekitar.
“Potensi wisata religi di sini besar. Jika dikembangkan dengan baik, bukan hanya akan menarik pengunjung, tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa,” tutur Sophi.
















