SUARA CIREBON – Penertiban lapak pedagang kali lima (PKL) di kawasan Stadion Bima yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, berdampak pada penurun omzet yang cukup signifikan.
Salah satu pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir trotoar kawasan Stadion Bima, Maya, mengaku omzet penjualannya turun 50 persen dari sebelum ditertibkan.
Maya mendapat peringatan dari pihak Satpol PP agar lapak dagangannya tidak lagi di atas trotoar tapi mundur hingga ke taman.
“Penghasilan turun hampir 50 persen sendiri, beda dari yang turun di pinggir jalan di bawah. Karena kalau di bawah kan ada orang pulang kerja, mereka lewat sekalian beli. Tapi naik ke atas, mereka jadi malas beli, cari pedagang lainnya,” kata Maya, Selasa, 29 Juli 2025.
Ia berharap penertiban yang dilakukan Pemkot, memberikan solusi juga untuk para pedagang. Salah satunya dengan diberikan tempat lain atau relokasi yang lebih bagus.
“Kami minta direlokasi di tempat yang bagus, yang benar-benar bisa buat kami mencari nafkah,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan Suara Cirebon, puluhan PKL di Kawasan Stadion Bima tengah sibuk untuk merehab warung agar sesuai dengan keinginan Wali Kota Cirebon, yakni lebih terbuka. Tujuannya agar tidak ditertibkan oleh petugas Satpol-PP.
Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo menyampaikan, penertiban PKL di Kawasan Stadion Bima terus dilakukan. Sebagain besar PKL telah kooperatif membongkar lapaknya secara mandiri.
















