SUARA CIREBON – Kabupaten Cirebon bakal menjadi tuan rumah kegiatan Temu Inklusi 2025. Kegiatan tersebut rencananya digelar pada 2-4 September 2025 di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.
Acara komunitas difabel ini akan diikuti sekitar 300 difabel dari 20 provinsi di Indonesia seperti Aceh, NTT, Maluku dan provinsi lainnya.
Para peserta akan tinggal bersama warga setempat, menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat semangat inklusi sosial.
Kegiatan dua tahunan yang telah memasuki edisi keenam ini juga bakal menjadi moment difabel Indonesia melalui Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel Indonesia (SIGAB) dalam menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas dalam pemenuhan hak-hak difabel di Indonesia, salah satunya terkait jaminan perlindungan sosial.
Di mana, hingga kini banyak penyandang disabilitas belum mendapatkan akses ke BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Panitia Temu Inklusi ke-6, Samsudin, mengatakan, para difabel harus mengeluarkan energi ekstra untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Karenanya, akses terhadap jaminan sosial menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi keluarga difabel tidak mampu dan belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Jadi, sudah seharusnya difabel masuk dalam jaminan perlindungan kesehatan dan sosial,” ujar Samsudin dalam acara Media Pitching Temu Inklusi ke-6 untuk jurnalis di Cirebon, di Aula Diskominfo, Rabu, 20 Agustus 2025.
Meski ada kemajuan, menurut dia, kelompok difabel menilai masih banyak hambatan yang harus disingkap. Di antaranya, terbatasnya keterlibatan dalam Musrenbang, minimnya akses pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga partisipasi politik.
















