SUARA CIREBON – Hingga memasuki bulan September 2025, sejumlah jabatan di Kota Cirebon masih dibiarkan kosong, tanpa ada pejabat definitifnya. Jumlah kekosongan jabatan tercatat lebih dari 60 baik pejabat eselon II, III dan maupaun pejabat eselon IV.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, di era kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, fokus utama pada pembangunan, sehingga pengisian jabatan masih belum terpikirkan.
“Saya sama Bu Farida fokus pada pembangunan dan penataan kota, belum terpikirkan untuk itu (pengisian kekosongan jabatan, red),” kata Wali Kota Edo, Selasa, 2 September 2025.
Edo mengaku tidak ingin terburu-buru mengisi jabatan yang kosong tersebut, karena masih ada persoalan yang urgen yang harus diselesaikan.
“Terus terang, kami tak ingin terburu-buru,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi membenarkan banyak jabatan kosong yang belum terisi.
“Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pensiun dan orang yang sebelumnya menduduki jabatan itu meninggal,” kata Sri Lakshmi.
Sri menyampaikan, saat ini, dirinya fokus pada pengisian jabatan eselon II, kemudian disusul pengisian jabatan eselon III dan IV.
















