SUARA CIREBON – Akhir pekan kemarin, menjadi hari yang istimewa bagi Kabupaten Cirebon. Pasalnya, ratusan kolektor senjata pusaka dan pegiat budaya dari berbagai daerah ambil bagian dalam Pameran Keris Nasional yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat hingga Minggu, 12-14 September 2025.
Tak sekadar memamerkan benda pusaka, acara ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan artistik. Para empu tradisional mendemonstrasikan proses tempa keris secara langsung, sementara pengunjung mendapat wawasan sejarah dan filosofi senjata tradisional Nusantara.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pameran ini sebagai bagian penting dalam menjaga identitas bangsa.
“Melestarikan budaya adalah tugas kita semua. Budaya adalah jati diri bangsa. Jangan sampai generasi muda kehilangan akarnya,” tegas Sophi, Senin, 15 September 2025.
Sophi mengutip pesan Presiden pertama RI Ir Soekarno yang dinilainya masih relevan hingga kini.
“Bung Karno bilang Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena siapa yang melupakan sejarah, ia kehilangan arah,” ujarnya.
Ia mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengenal dan melestarikan budaya, termasuk memahami makna keris sebagai warisan yang kaya nilai. Pameran tersebut, menjadi momentum untuk menguatkan kembali posisi budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
“Mari lestarikan budaya kita. Keris bukan hanya benda pusaka, tapi simbol karakter bangsa, berani, bijaksana, dan berakar kuat pada nilai-nilai luhur. Warisan leluhur tetap bisa hidup dan relevan selama ada generasi yang peduli,” tegasnya.
















