SUARA CIREBON – Bau busuk yang berasal dari tumpukan kentang yang membusuk di sebuah gudang di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mulai tersingkap.
Kasus bau busuk yang mencemari lingkungan Desa Setu Kulon itu bermula ketika warga sekitar mengeluhkan bau menyengat dari gudang tempat kentang itu disimpan.
Menyikapi tekanan protes yang semakin kencang, pemilik mengambil inisiatif memindahkan kentang yang sudah rusak itu ke lahan kosong di sebelah Ramayana Cirebon Square, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru.
Namun langkah ini justru menimbulkan masalah baru, karena bau yang timbul dari kentang-kentang busuk itu menyebar hingga Pasar Batik dan sangat dirasakan pegawai serta pengunjung Ramayana Cirebon Square.
Di sisi lain, pemilik lahan kosong, Masriah, mengaku, tidak pernah memberikan izin bahkan kaget saat mendapati tumpukan kentang membusuk sudah berada di lahannya tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Awalnya barang tersebut masuk saya dekati karena katanya mau jemur, tapi saya tidak pernah kasih izin. Begitu sudah masuk, baru memberitahu padahal jelas-jelas tidak setuju,” ujar Masriah, Rabu, 1 Oktober 2025.
Ia mengaku sangat dirugikan, karena banyak yang menyangka sudah memberi izin penggunaan lahannya untuk penjemuran kentang busuk tersebut.
“Warga sekitar resah karena bau kentang yang membusuk tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga dikhawatirkan menimbulkan dampak kesehatan,” tandasnya.
















