SUARA CIREBON – Bupati Cirebon, H Imron merespons positif gerakan gotong royong patungan Rp 1.000 per hari yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum lama ini.
Menurut Bupati, gerakan gotong royong yang merupakan kearifan lokal ini sangat penting untuk terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
Namun, kebijakan yang tertuang dalam surat Edaran (SE) Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) dan ditujukan kepada Bupati/Wali Kota dan para ASN di Jawa Barat ini, masih belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis)-nya.
“Ini memang sangat bagus, cuma kita masih nunggu juklak juknisnya. Bagaimana cara mengumpulkannya, nanti siapa yang mengolah dan peruntukannya bagaimana?” ujar Imron, Selasa, 7 Oktober 2025.
Menurut Imron, jauh sebelum ada kebijakan gubernur tersebut, budaya gotong royong di masyarakat Kabupaten Cirebon sudah tertanam.
Masyarakat sudah terbiasa melakukan gotong royong untuk setiap pemenuhan kebutuhan seperti menggelar resepsi atau hajatan, sedekah bumi, sedekah laut atau nadran dan lainnya.
Ia menambahkan, gotong royong yang dilakukan masyarakat zaman dahulu bahkan hingga dilakukan agar jangan sampai ada warga sekitar yang kelaparan karena tidak makan.
“Orang tua kita dulu selalu saling gotong royong, dari dulu sudah terbiasa. Kalau orang hajatan aja ada temoan, ada undangan itu dalam rangka gotong royong,” kata Imron.
















