SUARA CIREBON- Nama KH Abbas Abdul Jamil atau Kiai Abbas Buntet yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, tidak masuk dalam daftar 10 nama Pahlawan Nasional yang dianugerahkan Presiden RI, Prabowo Subianto, di momen Hari Pahlawan tahun 2025 ini.
Menanggapi hal itu, Kepal Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, menyampaikan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional merupakan kewenangan Presiden. Pemkab Cirebon, dalam hal ini Dinsos Kabupaten Cirebon sudah berupaya mengusulkan nama tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Hafidz menjelaskan, KH Abbas Abdul Jamil diusulkan sebagai Pahlawan Nasional bersama dengan tiga tokoh Jawa Barat lainnya yakni Marsekal TNI (Purn) R Suryadi Suryadarma, Prof Mochtar Kusumaatmadja, dan KH Sholeh Iskandar. Sehingga, tokoh Jawa Barat yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional jumlahnya sebanyak empat orang.
Empat tokoh Jawa Barat tersebut dinilai memiliki jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, baik di bidang militer, diplomasi, maupun pendidikan Islam.
“Kami sudah melengkapi berkas-berkas yang memang disyaratkan oleh tim dari pusat. Bahkan tahun 2025 ini semua berkas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional sudah selesai,” ujar Hafidz Iswahyudi, Senin, 10 November 2025.
Dalam proses pengusulan tersebut, pihaknya juga telah memenuhi berkas-berkas yang disyaratkan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) pusat. Namun, dari empat tokoh Jawa Barat yang sudah sampai ke TP2GD pusat dan Presiden, yang disetujui hanya Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.
“Sudah sangat lengkap berkasnya, makanya oleh tim Provinsi Jabar sudah diajukan ke tim pusat, tim pusat diajukan ke Presiden dan tidak ada berkas yang kurang. Jadi memang waiting list (daftar tunggu) atau (ada, red) pertimbangan pusat, jadi kita serahkan sepenuhnya,” kata Hafidz.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penetapan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional ini kepada Presiden. Karena secara nasional, banyak tokoh dari berbagai daerah lainnya yang juga diajukan untuk menjadi Pahlawan Nasional.
“Jadi, nama KH Abbas Abdul Jamil tinggal menunggu waktu saja, karena daerah lain banyak juga yang mangajukan,” terangnya.
Ia berharap, nama Kiai Abbas bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di tahun-tahun berikutnya.
Seperti diketahui KH Abbas Abdul Jamil atau Kiai Abbas Buntet merupakan seorang ulama dan pejuang Kemerdekaan Indonesia. Kiai Abbas dikenal sebagai tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Kiai Abbas aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan membentuk laskar Hizbullah dan mengajak umat Islam untuk berjihad melawan penjajah. Ia juga menjadi panglima dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Adapun 10 tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025 adalah: KH. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah), Marsinah (Jawa Timur), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat), Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat).
Selanjutnya, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Nusa Tenggara Barat), Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat), Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara) dan Zainal Abidin Syah (Maluku Utara).***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















