SUARA CIREBON – Layanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Oktober 2025 di Kabupaten Cirebon, tercatat telah mencapai 21 persen dari target 40 persen yang ditetapkan hingga akhir tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menjelaskan, program unggulan Presiden Prabowo Subianto berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun tersebut, masih menghadapi tantangan besar di lapangan.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program PKG adalah tingkat kesadaran masyarakat terkait pentingnya memeriksakan kesehatan yang masih rendah.
“Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan masih rendah. Saat ini kita berada di urutan kelima di Jawa Barat dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan,” ujar Eni Suhaeni, Kamis, 27 November 2025.
Dinkes pun kini menerapkan strategi jemput bola dengan menerjunkan petugas untuk turun langsung melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan. Jemput bola dilakukan ke sekolah-sekolah, desa-desa hingga majelis taklim.
“Kami lakukan CKG ini langsung jemput bola,” kata Eni.
Eni menegaskan, ceteksi dini melalui CKG sangat penting agar masyarakat yang memiliki risiko penyakit dapat segera ditangani sebelum kondisinya memburuk. Melalui CKG, Pemkab Cirebon berupaya melakukan deteksi dini.
“Kami enggak mau angka penyakit meningkat. CKG ini sebagai upaya mendeteksi dini supaya bisa segera ditangani,” jelasnya.


















