SUARA CIREBON – Perluasan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, salah satu persoalan adalah keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cirebon yang belum mencukupi kebutuhan ideal.
BGN menilai, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran suplai makanan harian bagi para pelajar.
Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN, Lili Khamiliyah menyampaikan, Kabupaten Cirebon seharusnya memiliki 213 SPPG. Namun hingga kini baru 135 unit yang memperoleh surat keputusan pembentukan.
Dari jumlah tersebut, hanya 93 SPPG yang benar-benar telah beroperasi, sementara 42 unit lain masih berkutat pada persiapan teknis.
Lili menegaskan, ketidakseimbangan kapasitas ini berpengaruh langsung pada proses distribusi MBG. Distribusi menu MBG bagi ribuan siswa setiap hari dipastikan lancar jika seluruh fasilitas telah memenuhi standar.
Menurutnya, dapur yang belum memenuhi standar, secara otomatis tidak bisa memproduksi makanan dalam jumlah besar.
“Apalagi dengan tuntutan keamanan pangan yang ketat,” kata Lili di Kabupaten Cirebon, Senin, 1 Desember 2025.
















