SUARA CIREBON – Stadion Watubelah di Kecamatan Sumber dulu kerap dipandang sebelah mata. Kini, stadion tersebut selalu ramai oleh aktivitas masyarakat yang berolahraga. Setiap pagi dan sore, derap langkah kaki yang bersautan dengan gelak tawa, membuat suasana stadion benar-benar telah berubah.
Perlahan, Stadion Watubelah mulai menjadi ruang harapan baru bagi kebangkitan olahraga Kabupaten Cirebon. Perubahan itu tak lepas dari upaya serius Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang tengah menata Stadion Watubelah sebagai episentrum olahraga daerah.
Penataan stadion ini diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga ruang publik yang ramah bagi masyarakat untuk berolahraga.
Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menegaskan, penataan Stadion Watubelah merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memasyarakatkan olahraga. Menurut Agus, prestasi dan budaya olahraga harus berjalan beriringan.
“Stadion Watubelah kita siapkan sebagai pusat pembinaan. Atlet bisa berlatih lebih fokus, terpantau, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya,” ujar Jigus, sapaan akrabnya, Selasa, 6 Januari 2026.
Upaya penataan stadion tersebut menjadi semakin relevan seiring persiapan Kabupaten Cirebon menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Stadion Watubelah direncanakan menjadi lokasi Training Centre (TC) bagi sejumlah cabang olahraga yang telah lolos babak kualifikasi.
Dipastikan, dampak penataan stadion ini tak hanya dirasakan oleh atlet, tapi juga oleh masyarakat yang mulai merasakan perubahan nyata tersebut. Salah seorang warga yang sedang berolahraga di Stadion Watubelah, Rudi (34), menyampaikan, dirinya kini lebih sering datang ke stadion untuk berolahraga setelah kondisi stadion lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih enak. Halaman mulai tertata, suasananya juga hidup. Pagi banyak yang jogging, sore ada atlet latihan. Jadi kita ikut semangat olahraga,” kata Rudi.
















