SUARA CIREBON – Selisih angka 3% antara pendapatan dan realisasi belanja Kabupaten Cirebon pada tahun 2025, menjadikan perputaran ekonomi daerah ini stabil.
Kondisi tersebut telah menempatkan Kabupaten Cirebon berada di urutan tengah di antara daerah-daerah lain di seluruh Indonesia dengan kategori bagus.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, mencatat, pendapatan Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 sebesar Rp4,3 triliun, atau mencapai 95,5% dari target pagu Rp4,5 triliun.
Meskipun meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp3,8 triliun, realisasi belanja daerah masih menunjukkan variasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala BKAD Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati, mengatakan, pendapatan daerah tahun 2025 meningkat dibanding tahun 2024. Capaian pendapatan ini menjadi bukti kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam menjaga sirkulasi uang di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
“Meskipun beberapa sumber pendapatan seperti BOS dan BULD belum sepenuhnya terealisasi, pergerakannya sudah signifikan,” kata Sri Wijayawati, Kamis, 8 Januari 2026.
Sementara persentase realisasi belanja daerah, diakui Sri, menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan capaian pendapatan. Ia menyebut, realisasi belanja daerah mencapai 92,82% dari total pagu. Kendati ada sedikit penurunan, namun tetap mencerminkan perputaran ekonomi yang stabil.
Ia menjelaskan, beberapa OPD bahkan mencatat realisasi di atas target. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjadi OPD dengan realisasi belanja tertinggi, mencapai 148%. Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) berada di posisi paling rendah dengan 64,16%.
















