SUARA CIREBON – Sedikitnya 200.000 dari 350.000 warga Kabupaten Cirebon penerima manfaat dihapus namanya dari data penerima bantuan sosial dan daftar BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), terhitung sejak 1 Januari 2026.
Hal itu diungkap Ketua Forum Puskesos Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar, baru-baru ini. Iis menilai, penghapusan ratusan ribu data warga Kabupaten Cirebon dari daftar penerima manfaat BPJS PBI, akan sangat berdampak pada masyarakat miskin.
Iis meminta agar persoalan warga yang kehilangan fasilitas BPJS PBI segera diselesaikan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
“Kami minta agar persoalan ini menjadi prioritas Bapak Bupati Cirebon dan jajarannya, karena warga miskin tetap membutuhkan layanan rumah sakit, sementara mereka tidak memiliki kemampuan membayar biaya pengobatan,” kata Iis Krisnandar.
Menurut Iis, dicoretnya warga penerima manfaat BPJS PBI lantaran adanya perubahan desil. Padahal, menurut dia, di lapangan masih banyak warga yang masuk desil 6 hingga 10 yang hidup dalam kondisi miskin.
Ia menilai akar masalah terletak pada lemahnya proses verifikasi dan validasi data kesejahteraan masyarakat.
“Persoalannya kan belum ada verifikasi yang jelas. Di desil 6-10 itu kenyataannya masih banyak orang miskin yang masuk ke sana. Sementara desil 1 sampai 5 masih BPJS PBI, tapi masih banyak yang belum dapat BPJS PBI, belum semuanya,” ucapnya.
Iis juga menyoroti penghapusan data peserta BPJS PBI di desil 6 sampai 10 yang dilakukan tanpa pemutakhiran data yang memadai.
















