SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mengonfirmasi temuan kasus leptospirosis yang menjangkiti dua orang warga. Kasus yang ditularkan melalui urine tikus ini berpotensi menyebar di genangan air dan banjir.
Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr Siti Maria mengatakan, hingga akhir tahun 2025, tercatat terdapat dua laporan terkait penyakit leptospirosis di Kota Cirebon. Satu kasus telah terkonfirmasi positif, sementara satu kasus lainnya masih berstatus suspek dengan komplikasi.
“Kondisi pasien yang konfirmasi sudah membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Maria saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Januari 2026.
Maria menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air kencing atau kotoran tikus yang mencemari genangan air atau lingkungan rumah.
“Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam, ruam merah, nyeri otot, hingga perubahan warna kuning pada kulit yang menandakan kerusakan organ vital seperti hati,” jelasnya.
Menanggapi isu mengenai adanya virus “super flu” yang tengah mewabah di dunia, Maria menyatakan, hingga saat ini belum ada diagnosa resmi mengenai kasus tersebut di Kota Cirebon.
“Secara teknis, Dinkes memiliki alat PCR yang memadai, namun diperlukan reagen khusus untuk mendeteksi varian tersebut. Saat ini, alat PCR yang tersedia lebih difokuskan untuk pemeriksaan TBC dan HPV (pencegahan kanker serviks),” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak meremehkan gejala flu biasa karena tingkat penularan influenza cenderung meningkat saat musim hujan.
Mengingat pengalaman pandemi Covid-19, masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sederhana namun efektif, antara lain, penggunaan masker, terutama bagi mereka yang sedang batuk, bersin, atau merasa kurang enak badan.
“Rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan atau menyentuh fasilitas umum,” katanya.
Selain itu, Maria juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) agar terhindar dari risiko terjangkit leptospirosis dan super flu.
“Segera membersihkan diri setelah terkena air banjir atau genangan untuk menghindari risiko leptospirosis. Selain itu, terapkan pola hidup bersih sehat dengan cara cukup istirahat, makan makanan bergizi, tidak merokok, dan menghindari stres untuk menjaga imunitas tubuh,” katanya.
Maria mengimbau masyarakat yang merasakan gejala kesehatan memburuk untuk segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan tunda atau menunggu kesehatan memburuk, karena mencegah itu lebih mudah dibanding mengobati,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















