SUARA CIREBON – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat inflasi tahunan (Year-on-Year) sebesar 2,68 persen pada Desember 2025.
Angka ini mencerminkan stabilitas ekonomi di kota udang yang tetap terjaga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di penghujung tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kota Cirebon, Ujang Mauludin menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak dari 106,12 pada Desember 2024 menjadi 108,26 pada Desember 2025.
“Kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran menjadi pendorong utama inflasi ini,” kata Ujang Mauludin, Senin, 19 Januari 2026.
Dari data tersebut diketahui, inflasi dipicu oleh kenaikan indeks pada sembilan kelompok pengeluaran, di antaranya, makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 3,55 persen.
“Penyedia makanan dan minuman/restoran naik signifikan sebesar 4,87 persen. Perawatan pribadi dan jasa mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 6,03 persen, pendidikan mengalami kenaikan sebesar 2,42 persen,” katanya.
Sebaliknya, dua sektor justru mengalami deflasi atau penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,38 persen, serta kelompok transportasi yang turun tipis 0,02 persen.
Secara bulanan (month-to-month), Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dibandingkan November 2025. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) terpantau sama dengan angka inflasi tahunan, yakni 2,36 persen.

















