SUARA CIREBON – Potongan video berdurasi 35 detik yang menampilkan pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Cirebon, beredar luas di media sosial.
Pada detik ke-10 video tersebut, tampak sepasang pemuda melakukan perbuatan yang dinilai tak pantas dikonsumsi publik. Selain karena dilakukan sesama jenis, perbuatan kedua pemuda itu dilakukan secara vulgar.
Dua pasangan sesama jenis tampak menari di atas panggung, Sementara sejumlah lainnya terlihat mengenakan pakaian dalam wanita. Dalam narasi video tertulis, Cirebon tinggal di azabnya doang.
Data interaksi di media sosial menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap video tersebut. Hingga Kamis 22 Januari 2026, unggahan itu tercatat meraih 6.837 like, 708 komentar, disimpan sebanyak 883 kali, serta dibagikan hingga 22,8 ribu kali.
Meski belum terkonfirmasi adegan dalam video merupakan tempat hiburan malam di Cirebon. namun video tersebut viral dan memantik reaksi keras dari para netizen serta sejumlah tokoh masyarakat.
Tokoh wilayah timur Kabupaten Cirebon yang juga praktisi hukum, Qoribullah mengaku sangat prihatin atas dugaan adanya pesta LGBT tersebut. Menurutnya, Cirebon selama ini dikenal sebagai daerah yang lekat dengan nilai religius dan kearifan lokal.
“Saya sangat terkejut dan prihatin jika benar peristiwa ini terjadi di Kabupaten Cirebon. Pemerintah daerah seharusnya lebih peka, jangan sampai nilai-nilai religius yang melekat pada Cirebon hanya menjadi slogan semata, ” ujar Qorib –sapaan akrabnya, Kamis, 22 Januari 2026.
Qorib menilai, hingga kini belum terlihat sikap tegas dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum atas video yang beredar tersebut. Dirinya khawatir, jika dibiarkan hal itu dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
















