SUARA CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran di lingkungan industri berisiko tinggi.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, salah satu upaya telah dilakukan bersama Pertamina HSE Training Center melalui Patra Cirebon Hotel and Convention menggelar Basic Safety for Refinery Training.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya kebakaran serta kemampuan pemadaman dini menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Daerah dan sektor energi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja.
Dadang menyebutkan, pelatihan ini telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir. Sinergi dengan Pertamina HSE Training Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di sektor minyak dan gas.
“Kerja sama ini untuk menyosialisasikan penanggulangan dan potensi bahaya kebakaran, dan sudah berjalan beberapa tahun didampingi instruktur yang berpengalaman melatih pegawai,” ujar Dadang, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dadang berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan programnya bisa menjadi kunci dalam membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Ia pun mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Disdamkar Kabupaten Cirebon. Semoga memberi manfaat besar bagi petugas keamanan dan pegawai lainnya,” kata Dadang.
Instruktur pelatihan Pertamina HSE Training Center, Syamsul Daniel, menekankan pentingnya penguasaan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan kebakaran. Di mana, risiko kebakaran di sektor minyak dan gas tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.
“Pemadaman di sini rata-rata menggunakan APAR. Alat ini sangat penting untuk pemadaman awal. Di bidang minyak dan gas, kebocoran kecil saja bisa memicu kebakaran,” kata Syamsul.
Ia menambahkan, penggunaan APAR bertujuan mencegah eskalasi kebakaran agar tidak membesar. Berdasarkan data kejadian, APAR sangat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meningkat.
“Pencegahan dini ini menjadi kunci,” jelasnya.
Syamsul menambahkan, pemahaman penggunaan APAR sudah dikenalkan sejak awal rekrutmen pekerja Pertamina. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerja memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















