SUARA CIREBON – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkarakter.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan materi pada Kegiatan Pembekalan Tahap I Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti kepala madrasah dan perwakilan guru dari delapan madrasah piloting di Kota dan Kabupaten Cirebon.
Prof. Aan menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan humanis yang diluncurkan Kementerian Agama RI untuk menanamkan nilai cinta, empati, toleransi, dan kasih sayang dalam seluruh proses pembelajaran di madrasah.
Menurutnya, KBC tidak hanya berfungsi sebagai dokumen akademik, tetapi juga sebagai cara pandang baru dalam dunia pendidikan. Pendidikan, kata dia, harus dijalankan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.
Dalam paparannya, Prof. Aan menyampaikan bahwa KBC bertumpu pada lima nilai utama yang dikenal sebagai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta terhadap lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air. Kelima nilai tersebut diharapkan menjadi ruh dalam proses pembelajaran di madrasah.
“Dengan Panca Cinta, madrasah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan KBC juga bertujuan mencegah perundungan serta membangun relasi yang lebih bermakna antara guru dan murid. Guru diharapkan menjadi teladan yang menanamkan nilai melalui sikap dan perilaku, tidak sekadar menyampaikan materi pembelajaran.
Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan di seluruh jenjang madrasah, mulai dari MIN, MTs, hingga MAN, dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilandasi keikhlasan dan kesadaran nilai.
















