SUARA CIREBON – Jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemantren, Kabupaten Cirebon, mencatat lonjakan signifikan hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Dari semula 1.451 penerima pada Desember 2025, jumlahnya melonjak menjadi 2.481 penerima pada Januari 2026 atau naik hingga 78 persen.
Lonjakan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Muala Hoedi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo, saat peresmian operasional SPPG Kemantren, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, yang dihadiri Wakil Ketua Penyelenggara Sanitarian, Pangan, Pertanian, dan Gizi Indonesia (SPPI), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Samsul Rizal, Kamis, 29 Januari 2026.
“Untuk di awal, kita di 8 Desember itu awalnya sebanyak 1.451 namun ketentuan ini memang sesuai dari Badan Gizi Nasional nya tidak boleh melebihi dari 2.000,” ujar Aryono.
Namun memasuki Januari 2026, jumlah penerima MBG di bawah layanan SPPG Kemantren mengalami peningkatan tajam dengan penambahan sebanyak 2.481 atau ada kelebihan sebesar 1.130, naik 78 persen.
Peningkatan penerima manfaat MBG tersebut tersebar di sejumlah satuan pendidikan mulai dari PAUD dan SDN serta layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
“Seiring dengan bertambahnya penerima manfaat, kami memastikan aspek keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama. Yang pasti kalau untuk antisipasi seperti keracunan, kita setiap hari itu ada pemeriksaan, baik dari chef-nya maupun ahli gizinya,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Aryono, proses pendistribusian makanan juga dibatasi secara ketat agar makanan tetap layak konsumsi.
















