SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memastikan penataan Alun-alun Taman Pataraksa (ATP) akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2026 ini, penataan fokus pada perapihan agar kembali layak digunakan sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Suyanto, mengatakan, penataan di tahun ini fokus pada perbaikan visual dan fungsi dasar taman serta serta sedikit revitalisasi.
Suyanto mengakui, saat ini kondisi ATP tampak kurang indah karena banyak lampu yang mati dan bekas bangunan yang roboh masih terserak.
“Perapihan saja dan sedikit revitalisasi. Minimal bisa dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat,” ujar Suyanto, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurutnya, pekerjaan yang akan dilakukan meliputi perbaikan area sekitar taman, pengecatan ulang, penataan bekas bangunan yang rusak, serta penambahan ornamen pendukung agar kawasan terlihat indah. Anggaran untuk pekerjaan tersebut dialokasikan sekitar Rp475 juta.
“Rencananya akan dilaksanakan mulai triwulan II tahun 2026, sekitar bulan April,” kata Suyanto.
Untuk tahap selanjutnya, DLH mewacanakan pembangunan patung Naga Seba di samping kiri dan kanan gapura modern. Wacana tersebut berdasarkan hasil perhitungan sementara ketersediaan anggaran di tahun ini.
“Naga Seba belum bisa dipastikan tahun ini. Karena setelah anggarannya dihitung, ternyata banyak kebutuhan lain yang harus didahulukan,” terangnya.
















