SUARA CIREBON – Hujan yang turun secara terus-menerus sejak siang hingga malam, mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor menimpa rumah milik Rosidi, warga Dusun Pakuwon Cicariang, Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Senin, 2 Februari 2026 sekitar pukul 17.50 WIB.
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun rumah terdampak mengalami kerusakan cukup parah. Bagian dapur rumah sepanjang 3 meter rusak diterjang material longsoran berupa tanah dan batu pecah.
Rosidi yang sehari-hari bekerja sebagai penjual es doger keliling, menceritakan kronologi longsornya tebing yang menimpa rumahnya tersebut.
“Sebelum tebing di belakang rumah longsor, hujan turun sejak siang,” kata Rosidi.
Saat itu, sekitar pukul 17.30 dirinya baru tiba di rumah sehabis berjualan. Mendadak dikagetkan dengan suara gemuruh dari tebing di belakang rumahnya. Rosidi pun sontak berlari ke arah sumber suara.
“Tiba-tiba terdengar suara kaya gemuruh gitu di belakang rumah. Saya langsung lari, karena saat itu istri saya lagi ada di dapur. Alhmdulillah istri saya selamat dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” terangnya.
Terjangan material longsor menyebabkan tembok bagian dapur sepanjang 3 meter rusak. Ia belum bisa diprediksi besaran kerugian yang timbul akibat peristiwa itu.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk melakukan penanganan permanen tebing agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” harapnya.
















