SUARA CIREBON – Limbah dari aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, diduga mencemari saluran irigasi areal persawahan di Blok Sungapan, desa setempat.
Para petani di Blok Sungapan, Desa Megu Gede, mengeluhkan kualitas air pada saluran irigasi yang diduga tercemar limbah dari SPPG yang berlokasi tidak jauh dari lahan sawah mereka.
Salah seorang petani, Abdul Azis, mengatakan, pencemaran mulai dirasakan sejak SPPG berdiri di lokasi yang berdekatan langsung dengan area persawahan.
“Sejak ada SPPG kondisi air irigasi berubah signifikan. Airnya jadi keruh berminyak, bau, warnanya berubah dan ada buih sisa makanan. Selain mencemari saluran irigasi, juga menyebabkan bau tak sedap yang tercium di sekitar sawah,” ujar Azis, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Azis, pencemaran limbah SPPG itu akan sangat dirasakan saat aliran irigasi melambat karena tidak ada hujan.
“Kalau tidak hujan baunya sangat menyengat dan mengganggu. Kalau hujan, baunya tidak terlalu terasa karena air langsung mengalir,” ucapnya.
Meski hasil pertanian selama ini tidak terdampak oleh adanya pencemaran, namun para petani tidak nyaman bekerja karena munculnya bau menyengat dari saluran irigasi.
“Kalau hasil panen sih memang tidak berpengaruh, tetapi timbulnya bau sangat mengganggu aktivitas petani. Kalau keinginan petani sih adanya perbaikan sehingga limbah tersebut tidak menimbulkan bau,” tandasnya.
















