SUARA CIREBON – Jebolnya pipa transmisi utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon di kawasan Plangon, Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu, 4 Februari 2026 malam, mendapat perhatian serius anggota DPRD setempat. Pasalnya, jebolnya pipa transmisi utama tersebut, menyebabkan 30.000 pelanggan mengalami gangguan pasokan air bersih.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio bahkan memimpin langsung rombongan legislatif meninjau langsung kondisi pipa yang jebol dan proses perbaikannya, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Andri, pipa yang mengalami kerusakan merupakan pipa lama yang dibangun sejak tahun 1978. Akibat kerusakan ini, aliran air ke sejumlah titik di Kota Cirebon terhenti total.
“Pipa yang dibangun tahun 78 ini sementara tidak bisa sedikit pun mengaliri air lagi ke Cirebon. Jadi, sementara beberapa titik akan mati airnya,” ujar Andrie.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai potensi gangguan air yang lama, Andrie menegaskan, teknissi PDAM sedang bekerja keras melakukan penggantian pipa. Ia membantah kabar yang menyebut, perbaikan akan memakan waktu hingga dua minggu.
“Petugas akan mengganti satu lonjor pipa transmisi di titik yang bocor. Perbaikan dikebut dan ditargetkan selesai pada malam hari ini,” katanya
Andri meminta masyarakat bersabar dan tidak terpengaruh isu yang menyebut gangguan akan berlangsung berminggu-minggu.
“Insyaallah akan kita percepat. Hari ini, malam ini pun akan bisa diperbaiki,” pungkasnya.
















