SUARA CIREBON – Hasil asesmen kemampuan membaca siswa di Kecamatan Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, kata, suku kata, paragraf, hingga cerita.
Kondisi ini menuntut para guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa. Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.
Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) bersama INOVASI berkomitmen untuk meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) bagi guru Sekolah Dasar.
Kegiatan yang belum lama digelar ini dan dilatarbelakangi hasil asesmen di enam kecamatan tersebut. Para peserta diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.
Menurutnya, Disdik memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon.
“Kolaborasi ini penting dalam rangka memperkuat kapasitas guru,” ujar Nano Sutarno, dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal. Selain itu, para guru SD tersebut juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.
Ia menjelaskan, lokakarya tersebut dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Para guru yang menjadi peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.
















