SUARA CIREBON – Layanan darurat Public Safety Center (PSC) 119 Kota Cirebon saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan jumlah personel medis dan kondisi armada ambulans yang memprihatinkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria mengungkapkan, meski jumlah personel medis terbatas dan kondisi armada ambulans yang memprihatinkan, namun tim PSC 119 berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan maksimal bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama dalam situasi gawat darurat.
Menurut Maria, saat ini PSC 119 Kota Cirebon memiliki tiga unit armada ambulans. Satu unit merupakan mobil besar jenis HiAce yang digunakan untuk kegiatan khusus, sementara dua unit lainnya adalah tipe APV yang digunakan untuk operasional harian (mobile).
“Namun, kondisi kedua ambulans APV tersebut sudah tidak ideal. Satu unit merupakan pengadaan tahun 2011 yang sudah sering mengalami kerusakan, sementara satu unit lainnya (keluaran 2020) sempat mengalami kecelakaan ditabrak oleh pengendara lain di persimpangan lampu merah Darsono-Cipto. Kendala anggaran pemeliharaan memperparah situasi ini, sehingga armada sering kali harus masuk bengkel secara bergantian,” kata Maria, Rabu, 25 Februari 2026.
Selain masalah kendaraan, keterbatasan personel juga menjadi kendala utama. Saat ini, PSC 119 hanya memiliki satu orang dokter untuk melayani seluruh wilayah. Idealnya, setiap sif membutuhkan dokter, perawat, bidan, dan pengemudi yang mencukupi.
“Secara keseluruhan, PSC 119 diperkuat oleh 20 personel yang terbagi dalam tiga sif, terdiri dari 1 orang dokter, 1 orang kepala PSC, 1 orang kepala tata usaha (KTU), 7 orang perawat, 6 orang bidan, 2 orang driver (pengemudi), 2 orang operator,” katanya.
Keterbatasan ini sangat terasa ketika terjadi panggilan darurat yang bersamaan (double call) atau saat situasi bencana seperti banjir, di mana mobilitas tim menjadi terhambat karena jumlah tim yang terbatas.
Pihak PSC 119 berharap adanya penambahan setidaknya satu hingga dua armada baru serta penambahan personel medis, terutama dokter dan perawat, guna memastikan setiap sif dapat beroperasi dengan kekuatan penuh.
















