SUARA CIREBON – Humas UIN Siber Cirebon mengikuti program penguatan kapasitas kehumasan Humas Level Up (Pertemuan 2) yang diselenggarakan Kementerian Agama RI secara daring melalui platform MOOC Pintar Kemenag, Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 Pranata Humas (Prahum) dari satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia.
Dari UIN Siber Cirebon, Pranata Humas Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari turut berpartisipasi aktif bersama ratusan peserta lainnya. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional penguatan komunikasi publik Kementerian Agama.
Kegiatan dipandu moderator Dewi Indah Ayu Diantiningrum dengan materi utama bertajuk “Strategi dan Perencanaan Komunikasi: Menguasai Ruang Publik” yang disampaikan Moh. Khoeron, S.Ag., M.A.
Dalam paparannya, Moh. Khoeron menegaskan pentingnya peran humas Kementerian Agama dalam mengisi ruang publik guna meminimalisir disinformasi, malinformasi, serta tafsir ekstrem yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Isu agama sangat sensitif dan berdampak luas. Kehadiran Kementerian Agama di ruang publik bukan sekadar komunikasi institusi, tetapi bentuk perlindungan umat dan penguatan kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, humas harus memastikan narasi keagamaan yang moderat, positif, serta kebijakan negara dipahami secara benar oleh masyarakat. Dengan jumlah sekitar 1.200 pranata humas yang telah dilantik, Kemenag memiliki potensi besar sebagai lokomotif komunikasi yang terintegrasi secara nasional.
Strategi komunikasi yang ditekankan dalam program ini meliputi pendekatan community engagement melalui kolaborasi dengan tokoh agama, influencer, media sosial, paid media, jajaran pimpinan kementerian, hingga kelompok stakeholder strategis.
Selain strategi reguler, peserta juga dibekali strategi komunikasi krisis yang mencakup pendekatan primer (denial, diminish, rebuild) serta strategi sekunder (bolstering dan reminding).
Monitoring eskalasi isu menjadi bagian penting, dengan pemantauan pemberitaan media daring, media sosial, jumlah mention dan views, tier media, sentimen narasi, hingga Social Network Analysis (SNA).
Level eskalasi isu dibagi dalam empat kategori, yakni Normal, Waspada, Siaga, dan Krisis. Penentuan level tersebut menjadi dasar pengambilan langkah komunikasi berikutnya secara terukur dan profesional.
Partisipasi Humas UIN Siber Cirebon dalam program Humas Level Up ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung transformasi komunikasi publik Kementerian Agama.
Melalui penguatan kapasitas yang berkelanjutan, humas diharapkan mampu menjaga marwah institusi serta menghadirkan komunikasi keagamaan yang moderat dan menyejukkan di ruang publik digital.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















