SUARA CIREBON – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon meluber hingga ke badan jalan.
Akibatnya, sebagian badan jalan tertutup sampah yang menggunung. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat sekaligus memicu kemacetan.
Saat truk pengangkut melakukan pemuatan, arus lalu lintas tersendat karena kendaraan harus bergantian melintas di ruang yang tersisa. Sejumlah warga terlihat menutup hidung akibat aroma busuk yang semakin menyengat saat siang hari.
Pedagang yang lapaknya tak jauh dari TPS Pasar Minggu, Septi, mengatakan, kondisi itu sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Menurut Septi, meski pengangkutan dilakukan setiap hari, sampah akan kembali menggunung dalam waktu singkat.
“Baunya menyengat, jalannya juga jadi sempit dan becek. Pembeli jadi tidak nyaman,” ujar Septi, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menduga sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga kebiasaan warga yang sengaja membuang sampah rumah tangga ke TPS tersebut, terutama pada malam hari.
Sementara itu, petugas kebersihan Pasar Minggu Palimanan, Agus, mengatakan, sampah di TPS rutin diangkut sebanyak dua rit setiap hari. Secara perhitungan, jumlah tersebut seharusnya cukup untuk menampung produksi sampah dari pasar dan lingkungan sekitar.
“Setiap hari dua rit kami angkut. Kalau hanya dari pasar sebenarnya cukup,” kata Agus.
















