SUARA CIREBON – Perang Iran versus Amerika Serikat-Israel membuat Timur Tengah membara dan ditengarai akan berdampak terhadap nasib jemaah calon haji Indonesia yang bakal berangkat tahun ini.
Terlebih jika perang terus berkepanjangan dan aksi saling serang menggunakan rudal jarak jauh tak bisa dihindarkan.
Kendati situasi di Timur Tengah masih mencekam dan tak ada kepastian perang akan segera berakhir, Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum mengonfirmasi pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriyani Gantina, menyampaikan, berbagai persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan meski belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah Arab Saudi terkait hal tersebut.
Meski pemberangkatan awal Jemaah calon haji akan berlangsung pada tanggal 21 April mendatang, namun tahapan pemberangkatan haji sudah mulai laksanakan dari sekarang. Tahapan pemberangkatan ini meliputi berbagai persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
“Sampai saat ini kita belum ada pemberitahuan lebih lanjut, tapi persiapan-persiapan untuk pelaksanaan haji tetap kita laksanakan. Karena bagaimanapun juga ini menjadi bagian dari rutinitas yang harus kita antisipasi,” ujar Selly, Kamis, 5 Maret 2026.
Selly mengatakan, Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia tidak ingin menyimpulkan sendiri dampak konflik terhadap nasib keberangkatan jemaah calon haji Indonesia, sebelum benar-benar ada pemberitahuan resmi dari otoritas setempat.
















