SUARA CIREBON – Penyelenggaraan Festival Ramadan yang diinisiasi Wali Kota Cirebon membawa dampak positif bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang baru pertama kali digelar pada tahun 2026 ini, terbukti menjadi pendongkrak ekonomi bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan takjil dan menu berbuka puasa.
Data terbaru, sebanyak 498 pedagang berbagai sajian kuliner dan produk lain, tercatat sebagai peserta kegiatan Festival Ramadan yang digelar di Jalan Siliwangi Kota Cirebon tersebut. Festval Ramadan berhasil menarik antusiasme masyarakat untuk datang dan berbelanja.
Tercatat, lebih dari 6.000 pengunjung yang datang ke pasar Festival Ramadan itu setiap harinya. Rata-rata omzet harian pedagang mencapai Rp397.000, menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat di bulan suci.
Salah satu pedagang, Gita, mengaku bersyukur dengan adanya Festival Ramadan tahun ini. Ia mengungkapkan, omzet penjualannya meningkat cukup signifikan selama bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah, meski Festival Ramadan baru ada pada tahun ini, namun pengunjungnya sudah lumayan. Buka jam 3 sore sampai jam 8 malam bisa dapat sekitar Rp450.000,” ujar Gita, saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Sabtu, 7 Maret 2026.
Namun, Gita mengakui, omzet penjualannya sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kemarin sempat hujan, ya pendapatannya nggak sampai segitu, agak menurun dikit,” lanjutnya.
















