SUARA CIREBON – Warna-warni barang bawaan yang terikat di jok belakang motor mulai menghiasi aspal Jalur Pantura Cirebon sejak H-7 Lebaran. Suasana “meriah” khas pulang kampung ini menandai dimulainya gelombang awal mudik tahun ini.
Para pemudik lebih memilih berangkat lebih awal untuk menghindari puncak kemacetan yang diprediksi terjadi beberapa hari ke depan.
Di sepanjang jalan, terlihat beberapa titik peristirahatan mulai dipadati warga yang melepas lelah sejenak sebelum menembus perbatasan Jawa Tengah.
Meski cuaca cukup terik, antusiasme warga untuk bertemu keluarga di kampung halaman tampak tak surut di sepanjang jalur legendaris ini.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Cirebon sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB sudah ada sekitar 4.000 sampai 5.000 kendaraan yang melintas. Pemudik masih didominasi sepeda motor
Pemudik asal Tegal, Jawa Tengah, Didin (33), mengatakan perjalanan yang ditempuh dari Jakarta menuju kampung halamannya masih tergolong lancar meskipun volume kendaraan mulai meningkat.
“Saya sengaja berangkat lebih awal supaya tidak terjebak kepadatan saat mendekati Lebaran,” ujar Endin saat ditemui di jalur Pantura Cirebon.
Hal serupa disampaikan pemudik lainnya, Windu (28), warga Tegal yang berangkat dari Bekasi sejak pagi hari. Ia mengaku memilih berangkat lebih awal agar perjalanan mudiknya lebih nyaman.
















